Bekasi — Banyak masyarakat beranggapan bahwa penggunaan AC pada musim hujan tidak memerlukan perawatan intensif karena udara lebih sejuk dan debu dianggap lebih sedikit. Namun, para ahli tata udara mengingatkan bahwa unit indoor AC tetap mengalami penumpukan debu, bahkan ketika cuaca lembap dan hujan terus turun.
Menurut teknisi AC profesional, salah satu kesalahan pemilik AC adalah mengabaikan kebersihan unit indoor saat musim hujan. Padahal, filter dan evaporator pada unit indoor bekerja setiap kali AC dihidupkan dan akan terus menangkap berbagai partikel yang ada di dalam ruangan.
Debu dalam Ruangan Tidak Hilang Meski Cuaca Hujan
Teknisi mengatakan bahwa debu yang menumpuk pada AC tidak berasal dari luar ruangan, tetapi dari aktivitas harian di dalam rumah atau bangunan. Ini termasuk:
- Serat kain dari pakaian, sofa, kasur, dan karpet
- Rambut dan kulit mati manusia
- Asap masakan
- Debu dari jendela dan pintu yang dibuka
- Partikel kecil dari aktivitas manusia
“Walaupun hujan deras, ruangan tetap menghasilkan debu mikro. Semua itu akan tersedot oleh AC dan menempel pada filter atau sirip evaporator,” ujar salah seorang teknisi di Bekasi.
Penumpukan Debu Bisa Mengganggu Performa AC
Penumpukan debu pada unit indoor berdampak langsung pada airflow atau hembusan udara. Bila filter tidak dibersihkan, aliran udara menjadi tersumbat dan AC kehilangan kemampuan pendinginan.
Beberapa dampak yang sering terjadi jika unit indoor terlalu kotor:
- AC terasa kurang dingin meski suhu sudah diturunkan
- Hembusan angin melemah
- AC bekerja lebih berat hingga menaikkan konsumsi listrik
- Bau tidak sedap saat AC dinyalakan
- Potensi kebocoran air (ngembun) pada indoor
- AC menjadi cepat rusak karena beban kerja meningkat
Menurut ahli, filter yang kotor membuat sistem pendingin bekerja dua kali lebih berat karena udara tidak bisa melewati jalur evaporator dengan optimal.
Musim Hujan Tidak Mengurangi Kebutuhan Cuci AC
Sebagian pemilik AC mengira musim hujan membuat air di luar ruangan membantu mengurangi debu. Padahal, hal tersebut sama sekali tidak memengaruhi kondisi unit indoor yang berada di dalam rumah.
“Banyak orang menunda cuci AC saat hujan karena merasa udara sudah dingin. Padahal, AC tetap menarik debu ruangan setiap kali dinyalakan. Kalau dibiarkan, dampaknya terasa dalam satu hingga dua bulan,” jelas seorang teknisi.
Karena itulah, cuci AC tetap direkomendasikan setiap 2–3 bulan, baik musim hujan maupun kemarau.
Pentingnya Perawatan Rutin untuk Mencegah Kerusakan
Teknisi AC mengingatkan bahwa perawatan rutin pada unit indoor tidak hanya menjaga kualitas udara, tetapi juga memperpanjang usia AC. Membersihkan filter dan evaporator secara berkala dapat mencegah penumpukan kotoran yang berpotensi merusak komponen.
Selain itu, AC yang bersih mampu memberikan:
- Hembusan angin lebih kuat
- Pendinginan lebih cepat
- Penggunaan listrik lebih efisien
- Suasana ruangan lebih sehat


No responses yet